Saya adalah Mahasiswa IAIN Serang yang berasal dari Lebak Banten

Jumat, 26 Februari 2016

Kabar Olahraga

Atlet Formasi Harus Siap Hadapi Kompetesi

SERANG, (KB).-
Atlet Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Federasi Olahraga Mahasiswa (Formasi) IAIN Sultan Maulanan Hasanudin Banten harus siap hadapi kompetisi olahraga yang setiap tahunnya digelar oleh instansi olahraga daerah. Untuk mempersiapkannya UKM yang berlokasi di lantai 2 Gedung Pusat kegiatan Mahasiswa IAIN tersebut sudah 3 hari yang lalu melangsungkan kegiatan training sport of formasi (TSF) 2016.
Kegiatan yang sudah berlangsung sejak Senin, (22/2/2016) dan akan berakhir pada Senin, (29/2/2016) itu dikemas dengan memberikan pelatihan fisik dan materi keolahragaan dari berbagai cabang olahraga seperti catur, bola, basket, volly , badminton dan tenis meja.
Ketua panitia, Enjang, mengatakan kegiatan ini mempunyai tujuan yang sangat berarti untuk UKM olahraga yang ada di IAIN tersebut. Hal itu karena dengan pelatihan itu UKM formasi bisa lebih tahu kemampuan kader barunya sudah sejauh mana kemampuan yang dimiliki terlebih untuk menghadapi kegiatan kompetisi seperti POMDA dan POMNAS. Menurut Enjang, tema yang diusung pada TSF tahun ini adalah Menjadikan generasi yang kritis dalam berfikir dan militan dalam bertindak Dengan harapan mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut dapat memberikan pengamatan secara ril mengenai keolahragaan dan bisa melakukan tindakan secara terus menerus untuk kemajuan keolahragaan di Banten. “ 25 peserta TSF ini juga untuk disiapkan menjadi atletkompetisi olahraga mahasiswa seperti POMDA yang sebentar lagi akan digelar,” Ucap Enjang kepada Kabar Banten. Jum'at (26/2/2016)
Terpisah, Ketua Umum Formasi, Aris Eka Arsana, mengatakan bahwa kegiatan TSF itu dialkukan dengan dua tahapan yakni Pra TSF dan TSF. Pada kegiatan Pra TSF peserta akan diberikan materi seluruh cabang olahraga baik tekhnik maupun strategi menghadapi lawan saat kompetisi sedangkan kegiatan TSF peserta diberikan pelatihan fisik agar saat bertanding mereka kuat secara jasmani . Aris juga menuturkan sebagai penutup kegiatan panitia akan menggembleng mental peserta agar saat bergabung dengan UKM tersebut peserta sudah siap menerima persoalan organisasi artinya mental peserta tidak menurun hanya karna beberapa masalah kecil.
Selain itu, Aris juga menjelaskan kegiatan tersebut adalah bentuk eksistensi organisasi keolahragaan mahasiswa IAIN sebagai penerus bangsa. Ia juga berharap lembaga keolahragaan seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Banten dapat mengkordinir UKM olahraga yang ada di Banten karena kedua lembaga tadi tidak bisa berdiri tanpa ada dorongan dari masyarakat dan mahasiswa atau pemuda.
Selain itu, Aris berharap pemerintah bisa melakukan rekontruksi keolahragaan di Banten agar kegiatannya lebih di rasakan oleh masyarkat.


Kabar Serang Jugaa


Hujan Deras, Jalan Komplek Untirta Banjir
SERANG, (KB).-
Hujan yang melanda Kota Serang kemarin malam mengakibatkan beberapa ruas jalan banjir. Salah satu jalan yang dilanda banjir adalah jalan utama komplek untirta yang berlokasi di daerah pakupatan Serang Banten.
Komplek yang dihuni oleh mayoritas mahasiswa dan dosen Untirta itu selalu jadi langganan banjir saat musim hujan datang. Banjir tersebut diakibatkan oleh derasnya hujan dan letak posisi jalan yang berdekatan dengan sungai kecil dan kondisi jalan yang lebih rendah dari ketinggian air sehingga air sungai tersebut lumber ke jalan yang sering digunakan oleh akademisi untirta itu.
Akibat dari kejadian tersebut seluruh mahasiswa, dosen dan warga yang hendak melintas terganggu karena banjir yang melanda jalan itu sampai ketinggian bawah lutut orang dewasa.
Menurut informasi, jalan komplek yang tembus pada perumahan Banjar Agung itu mengalami banjir sejak turunnya hujan kamis (25/2/2016) malam kemarin sejak pukul 20.00 jalan tersebut sudah dipenuhi oleh air yang berasal dari sungai kecil yang ada didekat jalan. Warga yang melintas tidak bisa berbuat banyak karena kondisi jalan yang lebih rendah dari sungai kecil sehingga saat ketinggian air mencapai tembok sungai jalan tersebut pasti kena dampaknya. Warga yang tinggal di komplek itu hanya bisa berharap agar pemerintah setempat memperbaiki jalan itu dengan ketinggian yang lebih dibanding sungai. Air sungai itu sempat masuk pada sebagian rumah warga bahkan sempat dipantau oleh badan penanggulangan bencana (BPBD) Kota Serang. Kehadirian BPBD pada lokasi banjir itu sekaligus membantu warga yang akan melintas sehingga tidak terjadi kemacetan.
Seorang mahasiswa, Agus, mengatakan dirinya merasa terganggu akibat banjir yang melanda jalan itu karena dirinya harus melewati jalan alternatif untuk bisa sampai ke tempat belajar atau kampus. Ia juga berharap pemerintah daerah harus segera melakukan tindakan karena banjir yang kemarin malam itu diakibatkan oleh hujan yang sedang bukan hujan lebat. “ Ini baru hujan sedang bagaimana kalau hujan lebat, “ ucap Agus pada Kabar Banten. Jum'at (26/2/2016)
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggualang Bencana (BPBD) Kota Serang, Heri, yang ditemui Kabar Banten. Jum'at (26/2/2016) mengatakan, pihaknya akan lakukan penutupan pada sungat kecil itu sehingga air tidak bisa keluar pada selokan jalan komplek.
Selain itu, pihaknya juga akan menyampaikan informasi banjir yang terjadi di beberapa daerah di Kota Serang itu kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat agar segera dilakukan tindakan,
Kami akan sampaikan kepada bebeapa SKPD setempat,” tutut Heri

Kabar Serang

Sopir Angkot Tidak Setuju Dibuka Trayek Baru.

SERANG, (KB).-
Rencana Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Serang terkait pembentukan trayek baru menuai tanggapan. Salah satu kelompok yan menanggapi serius adalah para pengemudi Angkutan Perkotaan (Angkot) yang menghubungkan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Para sopir angkot itu tidak menyetujui pembentukan trayek baru tersebut karena dinilai hambur dan hanya akan menambah penderitaan pengemudi.
Para penegemudi mengeluhkan kebijakan Dishub, bahkan jika pembentukan trayek itu sampai terealisasi maka tidak menuntut kemungkinan pengusaha angkot banyak yang gulung tikar karena yang tersedia saja sepi penumpang.
Selain itu, trayek yang menghubungkan menuju Palima itu masih tersedia bahkan terhitung banyak. Hanya saja pengaturan dan pengawasan dishub kominfo yang kurang sehingga trayek yang sesuai dengan peraturan daerah kota serang semerawut atau tidak sesuai dengan ketentuan. Misalnya angkot yang membawa penumpang dari Cilegon mereka membawa penumpang sampai Pasar Rau, padahal batasannya sampai terminal kepandean. Kemudian Angkot yang membawa penumpang dari Cikande mereka tidak jarang membawa penumpang sampai ciceri padahal batasan mereka hanya pakupatan. Selain itu, Mobil Angkot yang membawa penumpang dari Pandeglang sampai Pasar Rau, padahal prosedurnya mereka hanya diperbolehkan membawa penumpang sampai terminal Cipocok saja.
Menurut informasi, pengemudi menyayangkan sikap pemerintah yang memperhatikan keluhan sebagian masyarakat yang meminta membentuk trayek baru menuju palima. Para pengemudi melihat angkutan umum arah palima itu tersedia banyak seperti mobil warna kuning yang membawa penumpang menuju ciomas. Angkot warna hitam yang membawa penumpang menuju Pandeglang.
Seorang Pengemudi, Syair, mengatakan dirinya yakin jika trayek baru dibuka atau diberlakukan maka angkutan umum yang membawa penumpang menuju pandeglang dan ciomas akan sepi karena penumpang yang menggunakan angkutan umum itu juga banyak yang berhenti di Palima. Syair Juga menuturkan pemerintah tidak usah mebentuk trayek baru tinggal trayek yang ada dikontrol dan diatur agar tidak semrawut sekaligus bertindak tegas pada mobil luar yang masuk pada area Angkot Kota serang. “ Kami akan menolak kebijakan itu, Dishub harusnya mengatur dan melakukan tindakan mengenai batasan area trayek. Bukan malah menambah trayek baru,” ucap Syair pada Kabar Banten. Jum'at, (26/2/2016)
Penegemudi lain, Eko mengatakan dirinya pernah menyampaikan kepada dishub terkait keluhan itu. Pihak dishubkominfo belum memberikan jawaban dari keluhan supir yang setiap hari mendapatkan upah 35.000 tersebut. Eko berharap pemerintah semakin jeli terhadap urusan supir karena antara retribusi, pajak dan perpanjangan trayek yang dibayarkan kepada pemerintah tidak sebanding dengan penghasilan mereka. “ Kalau supir membyar perpanjangan trayek tindak dulu angkutan angkutan yang membandel,” tuturnya.
Diketahui, Dinas perhubungan komunikasi dan informasi (Dishubkominfo) Kota Serang sedang melakukan review Perwal tahun 2009 no 551 tentang trayek angkutan penumpang umum di Kota Serang. Hal tersebut menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat dan mahasiswa yang mengeluh akibat tidak tersedianya trayek khusus menuju Palima Kecamatan Curug Kota Serang. Potensi dari kegiatan ini yaitu akan dibentuknya trayek baru menuju Palima Kota Serang.

Sering Terjadi Kecelakaan, Jalan Ciwaru Kota Serang Dikeluhkan Warga

SERANG, (KB).-
Beberapa hari ini warga ciwaru mengeluhkan jalan yang berlokasi tepat didepan kampus untirta Fakultas Keguruan dan ilmu Pendiididikan (FKIP) Kota Serang. Hal itu disebabkankan oleh kondisi jalan yang rusak sehingga sering mengakibatkan kecelakaan.
Menurut informasi, jalan yang memiliki diameter 8 meter tersebut sering menjadi tempat kecelakaan pengemudi roda dua. Kecelakaan itu disebabkan oleh rusaknya jalan dan kurangnya lampu penerangan jalan. Para penegmudi yang melintasi jalan tersebut merasa kesulitan apalagi jika sudah macet seluruh kendaraan memilih menggunakan jalan tengah yang tidak memiliki lubang besar sehingga sering mengalami kemacetan yang panjang. Jalan yang berdekatan dengan Radio PBS Fm itu tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah sehingga permukan jalan tersebut semain rusak apalagi jika sudah datang musim hujan, selain banjir jalan tersebut semakin memiliki banyak lubang.
Seorang pengemudi angkutan umum (Angkot), Burhan, mengatakan jalan yang menghubungkan ke cipocok dan palima itu sudah lama mengalami keruskan bahkan dirinya sering menyaksikan orang yang kecelakaan akibat melintasi lubang besar pada jalan itu. Selain itu kondisi jalan yang tidak terlalu terang jika malam hari membuat pengemudi semakin sering mengalami kecelakaan kecil. Ia berharap pemerintah tidak diam melihat keadaan itu karena jika tidak segera diperbaiki maka akan semakin parah “ Pemerintah Provinsi Banten jangan menunggu jalan menelan korban, langusng perbaiki,” ucap Burhan kepada Kabar Banten. Jum'at (26/2/2016)
Warga lain, Nasir, saat ditemui Kabar Banten. Jum'at (26/2/2016) mengatakan jalan itu sudah serign membuatb kecelakaan pengemudi hal tersebut karena antara luas diameter jalan dengan volume kendaraan tidak sesuai sehingga sering mengalami kecelakaan. Selain itu jalan tersebut memiliki lubang-lubang yang besar sehingga pengemudi merasa kesulitan melintasinya sehingga terkadang mengalami kemacetan dan kecelakaan. “ Saya berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini karena sangat banyak digunakan masyarakat,” tuturnya.
Diketahui, jalan ciwaru merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) selain sudah banyaknya pengguna jalan tersebut sehingga sering mengalami kemacetan jalan itu juga sudah lama tidak diperbaiki npadahal letaknya sangat dengan Kantor Pos Dishub dan dekat dari kantor pemerintahan seperti Dinas Pendidikan Kota Serang.

Senin, 22 Februari 2016

Kondisi rumah tak Layak Huni
Warga Ciwengker
Belum Tersentuh Bantuan
SERANG, (KB).-
Warga di Kampung Ciwengker RT 05/RW 02 Kelurahan Sukawana Kecamatan Curug, belum banyak tersentuh bantuan. Padahal sebagian warganya merupakan keluarga tidak mampu dengan rumah yang tak layak huni.
Berdasarkan pantauan, kondisi rumah warga banyak yang masih berbentuk panggung.
Isteri kepala Rukun Tetangga (RT), Sarnamah, mengatakan perkampungan ini sangat jarang dikunjungi oleh pemerintah daerah. Padahal di perkampungan yang memiliki hutan sangat luas itu sangat butuh sekali sentuhan dari pemerintah. Terlebih untuk kepentingan kelangsungan hidup warganya.
Ia menuturkan warga perkampungan Ciwengker berhak untuk mendapatkan haknya sebagai warga Kota Serang. “ Kami tidak pernah tahu program Pemerintah Kota Serang. Pernah ada program raskin tapi warga kampung ini tidak seluruhnya dapat padahal miskin semua,” ucap Sarnamah kepada Kabar Banten. Jum'at (19/2/2016).
Selain itu, kondisi rumah warga, banyak yang tak layak huni. Selain kecil rumah warga tersebut sering mengalami kemasukan air saat hujan karena atapnya sudah banyak yang bocor.
Seorang warga pemilik rumah tidak layak huni, Mudoh, mengatakan dirinya sudah 8 tahun hidup dalam kekurangan. Hingga saat ini, belum ada bantuan membantu rumah tempat tinggalnya yang hanya memiliki 5 x 5 meter tersebut.
Mudoh mengatakan, keadaan rumah tidak layak huni tersebut selalu dia tempati karena terpaksa dari pada harus meminta belas kasihan orang lain.
Ia berharap pemerintah daerah tidak tertidur melihat keadaan beberapa warga di desanya.
Selama delapan tahun, Mudoh, suami dan kedua anaknya hidup dalam keadaan tersiksa karena rumah yang mereka tempati sempit dan rusak. Terkadang dia harus mengungsi karena hujan yang mengguyur rumahnya menjadi terlihat seperti kubangan. “Boro-boro dibangun, untuk makan sehari-hari aja susah,” tuturnya.
Terpisah, Kepala bidang pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Serang, Agus M. Arif mengatakan pihaknya tidak mengetahui jika di Desa Sukawana masih terdapat penduduk yang memiliki rumah tidak layak huni. Alasannya, karena tidak ada tembusan baik dari kecamatan maupun dari kelurahan terkait. “Saya tidak tahu karena sampai saat ini tidak ada data yang masuk dari kecamatan Curug,” ucap Agus kepada Kabar Banten, Senin, (22/2/2016)
Ia menjelaskan jika nanti rumah di Kampung Ciwengker itu masuk pada kriteria rumah tidak layak huni maka dirinya akan langsung melakukan cek lapangan. Namun, warga yang ingin rumahnya diberikan bantuan tetap harus mengikuti prosedur karena anggaran yang digunakan berasal dari APBD. Yakni terutama terkait status kepemilikan tanah apakah tanah yang dihuninya milik pribadi, keluarga atau milik pemerintah.
Sedangkan Pelaksana tugas (Plt) Lurah Sukawana Kecamatan Curug Kota Serang Udin Khaerudin mengatakan pihaknya sudah melakukan pendataan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bahkan sudah ada 10 kepala keluarga (KK) yang sudah diajukan ke pihak Dinsos termasuk keluarga Mudoh dan Dayat.
(Rahman/Job)***

Tunjuk SMKN 1 Jadi Penyelenggara Ujian Nasional Perbaikan (UNP)

SERANG, (KB).-
Setelah menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan memberlakukan Ujian Nasional Perbaikan (UNP) sejak tahun ini. Dinas pendidikan Kota Serang menunjuk Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Serang untuk menjadi penyelenggara ujian yang diperuntukan bagi siswa yang memiliki nilai UN 55,0 tersebut.
Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Serang PLH Kurikulum atau Operasional Pendidikan (Opdik) Ading Kustendi membenarkan atas penunjukan sekolahnya menjadi penyelenggara ujian nasional perbaikan di Kota Serang tersebut. Hal itu dilihat dari kinerja SMKN 1 dimata pemerintah dan letaknya yang strategis. Ia juga menuturkan bahwa sudah ada 96 peserta yang mendaftar ke panitia. Ujian nasional perbaikan tersebut sudah berlangsung sejak hari ini Senin, (22/2/2016) dan berakhir pada Rabu, (2/3/ 2016)
Ading juga mengatakan ujian nasional perbaikan ini diperuntukan bagi siswa yang memiliki nilai akhir 55,0 pada ujian nasional sebelumnya. Selain untuk memperbaiki nilai ujian ini dapat membantu siswa yang ingin melamar kerja dengan persyaratan nilai yang tinggi.
menurut informasi, Ujian Nasional Perbaikan (UNP) tersebut bisa mendaftar secara online dan terbuka untuk seluruh masyarakat di Indonesia. Hal itu untuk memudahkan masyarakat yang ingin memiliki nilai ujian akhir yang baik. Setiap daerah memiliki satu sekolah yang ditunjuk untuk menjadi penyelenggara termasuk SMKN 1 Kota Serang. Masyarakat yang sudah mendaftar secara online bisa langsung datang ke sekolah yang ditunjuk pemerintah untuk menjadi penyelenggara untuk di verifikasi. Setelah itu baru dapat diberikan kartu ujian dan mendapatkan jadwal ujian nasional perbaikan.
Diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai melaksanakan ujian nasional perbaikan (UNP) pada tahun ini. Pihaknya ingin memberi kesempatan yang sama kepada seluruh siswa yang menjadi peserta UN 2015. UNP diselenggarakan untuk memfasilitasi siswa yang ketika menjalani ujian nasional tahun lalu menghadapi masalah tidak terduga, sehingga nilainya tidak memenuhi standar kompetensi lulusan (SKL)
UNP tahun 2016 adalah ujian nasional yang diselenggarakan untuk peserta didik pada jenjang SMA/MA/SMAK/SMTK, SMK/MAK, dan Program Paket C tahun pelajaran 2014/2015 yang mencapai nilai UN kurang dari atau sama dengan 55.0. Jika akhirnya peserta UNP mendapat nilai yang lebih rendah dari nilai ujian nasionalnya, maka yang diambil adalah nilai yang terbaik, yaitu nilai UN dan bukan nilai UNP.
UNP bersifat tidak wajib dan diperuntukkan bagi siswa yang ingin memperbaiki nilai tersebut. Setiap calon peserta UNP harus melakukan pendaftaran online secara mandiri melalui laman unp.kemdikbud.go.id. UNP tahun 2016 untuk lulusan tahun pelajaran 2014/2015 telah berlangsung sejak hari ini Senin, 22 Februari 2016 dan berakhir Rabu, 2 Maret 2016
500 Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Dikukuhkan
SERANG, (KB).-
Setelah beberapa pekan lalu Wakil Rektor bidang kemahasiswaan, Dr. H. Suadi Sa'ad M.Ag mengukuhkan Dewan Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Kemarin Senin, (22/2/2016) Suadi mengukuhkan sekitar 500 pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa di Aula syadeli Hasan lantai 2.
Dalam sambutannya, Suaadi Saad menghimbau kepada seluruh organisai minat dan bakat tersebut untuk menjalankan program-program yang lebih baik dan bisa dirasakan oleh mahasiswa lain. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa event nasional yang akan diikuti oleh kontingen IAIN sudah menunggu dan harus dipersiapkan seperti perkemahan pramuka tingkat perguruan tinggi negeri yang sebentar lagi akan digelar di daerah Kendari Sulawesi Tenggara.
Menurut pantauan, acara pengukuhan tersebut berlangsung meriah karena terdapat beberapa pertunjukan yang di tampilkan oleh masing masing organisasi minat dan bakat tersebut. Ada 12 unit kegiatan mahasiswa diantaranya, UKM Federasi olahraga mahasiswa (FORMASI), UKM Gema Seni Budaya Islam campus (GESBICA), UKM Tapak Suci, UKM Pusat Riset Mahasiswa (PRIMA), UKM lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sarana Informasi Gema Mahasiswa (SIGMA), UKM Resimen Mahasiswa (MENWA), UKM Mahasiswa pecinta kelestarian Alam (Mahapeka), UKM Kepalangmerahan, UKM lembaga Dakwah Kampus (LDK), UKM Unit pengembangan tilawatil Qur'an (UPTQ) , UKM Koperasi Mahasiswa (Kopma) dan UKM Pramuka. Setelah dikukuhkan, panitia menggelar Dialog Publik dengan tema Peran Lembaga Kemahasiswaan Terhadap Perkembangan Unit Kegiatan Mahasiswa.
Seorang mahasiswa Suwandana, mengatakan UKM yang telah dikukuhkan harus menjadi oragnisasi yang diminati oleh kalangan mahasiswa sesuai dengan peran dan fungsinya “ Mudah-mudahan bisa lebih baik dan bisa menjadi organisasi yang membanggakan,” tuturnya.
Diketahui, Unit Kegiatan Mahasiswa adalah organisasi kemahasiswaaan yang berada dibawah naungan Dewan Mahasiswa (DEMA) namun memiliki peran dan fungsinya secara independent karena organisasi tersebut dibuat untuk mewadahi minat dan bakat seluruh mahasiswa sebagai penunjang dari kegiatan belajar jurusan yang diambilnya. Selain itu banyak prestasi yang sudah diraih beberapa organisasi tersebut dari mulai juara perlombaan seni, olah raga, keagmaan dan penelitian.

Berita Kabar Serang

Warga Keluhkan Jalan Lingkar Selatan

SERANG, (KB).-
Beberapa pekan ini warga mengeluhkan Jl. Lingkar selatan tepatnya di perempatan Ciracas arah rumah Walikota Serang. Keluhan tersebut disebabkan oleh rusaknya jalan dan seringnya banjir saat hujan turun.
Jalan yang setiap hari dilintasi oleh mobil besar itu selalu menjadi sorotan warga. Sorotan itu timbul karena masyarakat menilai rusaknya jalan tersebut sudah terlalu lama dan belum ada tindakan dari pemerintah Provinsi Banten.
Menurut informasi, jalan provinsi itu memiliki lubang yang sangat besar sehingga menimbulkan genangan air yang tinggi. Selain itu, mobil yan melintas semakin menggunakan jalan yang tengah sehingga mengakibatkan kemacetan yang panjang. Bahkan terkadang hampir sering terjadi kecelakaan karena permukaan jalan yang bisa digunakan sangat kecil.
Seorang warga, Kusnadi, mengatakan dirinya menyayangkan sikap pemerintah yang seakan tidak tahu kerusakan jalan tersbut. Padahal jalan itu digunakan oleh seluruh masyarakat Banten, bahkan jalan itu tidak pernah sepi dari kendaran setiap menitnya. Ia juga mengatakan banyak pejabat yang menggunakan jalan tersebut seperti Walikota Serang. “ Tidak mungkin pemerintah tidak tahu, wong pak Zaman aja sering lewat sini ko!,” tuturnya.
Seorang pengendara motor, Yudi, mengatakan kepada Kabar Banten Senin, (22/2/2016) dirinya sangat sedih melihat keadaan jalan yang sering ia gunakan setiap harinya. Selain rusak terkadang ia terlambat sekolah karena macet yang panjang. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki karena jalan tersebut banyak yang menggunakan.

Berita Kota Serang

Target Kepemilikan Akte Masih Rendah

SERANG, (KB).-
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang sedang gencar gencarnya memaksimalkan pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-El) dan akte kelahiran bagi masyarakat. Hal itu dilakukan agar target yang diamanatkan oleh pemerintah pusat tercapai.
Menurut informasi, pelayanan yang dilakukan di Dinas tersebut sering mengalami antrian yang panjang petugas sering merasa kwalahan akibat dari tidak teraturnya masyarakat yang hendak mendaftar. Pelayanan yang dilakukan oleh dinas itu juga sesuai dengan amanat undang -undang no 24 tahun 2013 tentang administrasi kependudukan.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil, Hudori KA, mengatakan target administrasi kependudukan yang dianjurkan pemerintah pusat mencapai 75 persen dari jumlah penduduk di setiap daerah. Untuk pembuat KTP El sudah mulai mengalami peningkatan, namun untuk akte masih jauh pada target. “ Untuk pembuat akte masih pada angka dibawah 60 persen, padahal hal itu sudah kami sosialisasikan kepada masyarakat,” tutur Hudori pada Kabar Banten. Senin (22/2/2016)
Hudori juga menjelaskan untuk menigkatkan administrasi kependudukan seperti akte pihaknya menggunakn sistem jemput bola yaitu dengan melakukan pelayanan keliling. Biasanya petugas pelayanan melakukan pelayanan keliling setiap jum'at sore.
Dari pelayannan keliling tersebut diharapkan warga semakin dapat mudah membuat administrasi kependudukan karena tidak perlu datang kekantor dinas kependudukan dan pencatatn sipil.
Hudori menambahkan, setelah target KTP El dan Akte lumayan meningkat, dirinya dan petugas yang lain akan melakukan sosialisasi secara bertahap mengenai Kartu Identitas Anak yang beberapa waktu lalu sudah di uji cobakan di Kota-kota besar seperti jakarta.

Minggu, 21 Februari 2016

Mahasiswanya Usir Tantowi Yahya, Rektor IAIN SMH Banten Bangga
SERANG, (KB).-
Rektor IAIN SMH Banten Prof Dr Fauzul Iman mengaku bangga terhadap komitment tinggi mahasiswanya untuk menolak politisi dan segala praktik politik praktis yang diselenggarakan di lingkungan lembaga pendidikan IAIN SMH Banten.
“Saya bangga terhadap mahasiswa yang punya komitment tinggi terhadap penolakan politisi,” ucap Fauzul Sabtu (13/2/2016).
Kendati demikian kata dia, sebagai tuan rumah dirinya akan lebih bangga saat melihat mahasiswanya memiliki teladan untuk memuliakan tamu
“Tapi lebih bangga lagi jika mahasiswa memiliki teladan untuk memuliakan tamu,” lanjutnya.
Fauzul menjelaskan, penolakan tersebut merupakan sesuatu yang wajar karena mahasiswa belum tahu persoalan secara mendalam, tentang maksud dan tujuan Tantowi Yahya ke kampus mereka.
“Saya hanya tahu beliau (Tantowi Yahya) sebagai Anggota DPR RI, yang akan berbicara terkait radikalisme, ternyata mahasiswa punya pandangan lain, saya tidak tahu itu, “ ungkapnya.
Sebelumnya, wakil ketua komisi I DPR RI Tantowi Yahya hadir dalam seminar keagamaan tentang penangkal gerakan radikalisme oleh Gerakan pemuda anti radikalisme (Gepara) Sabtu/13/2/2016. Namun, sebelum sempat menjelaskan maksud dan tujuannya Tantowi justru diminta meninggalkan ruangan oleh sejumlah mahasiswa IAIN.
Pantauan dilokasi, Tantowi Yahya datang sekitar pukul 10.00 WIB di Aula Utama Kampus IAIN SMH Banten, saat acara memasuki menit ke sepuluh, sebelum Tantowi memiliki kesempatan berbicara lebih jauh tentang materi yang akan disampaikan, puluhan mahasiswa IAIN berorasi menggunakan pengeras suara diatas balkon lantai dua yang mengganggu jalannya seminar, mereka meminta Tantowi Yahya meninggalkan kampus mereka.
“Tantowi Yahya itu bukan hanya sebagai anggota DPR RI, Tapi juga bakal calon Gubernur Banten. Jaga netralitas kampus, segera tinggalkan tempat ini,” ujar seorang Mahasiswa saat orasi di hadapan Tantowi dan peserta dari sejumlah universitas.
Merasa terganggu dengan orasi mahasiswa, Tantowi akhirnya mendatangi demonstran untuk melakukan dialog, sempat menunggu beberapa saat dihadapan mahasiswa yang berorasi, Tantowi justru tidak diberikan kesempatan untuk berbicara, mahasiswa secara bergantian berorasi meminta dirinya untuk menjaga netralitas kampus dan segera meninggalkan kampus mereka.
“Kami hanya meminta bapak segera meninggalkan tempat ini,” teriak seorang mahasiswa
Sempat berusaha meminta pengeras suara, Tantowi sama sekali tidak diberi kesempatan. Dengan raut wajah penuh kekecewaan akhirnya dia meninggalkan lokasi dengan melambaikan tangannya kearah mahasiswa.
“Biasa ketika saya mahasiswa juga kayak gini, jadi bukan hal yang mengejutkan” ujar Tantowi kepada wartawan
Kendati demikian, dia menyayangkan tindakan mahasiswa yang sama sekalai tidak memberikan kesempatan dialog dengan dirinya sehingga mereka (Mahasiswa)tidak mengetahui apa yang dilakukannya.
Mahasiswa itu adalah agen demokrasi, cikal bakal dari calon pemimpin bangsa, seorang intelektual, salah satu ciri khas demokrasi itu dialog. Jadi dalam demokrasi itu tidak bisa memaksakan kehendak. dari dialog itu kita tahu apa sih yang sedang dilakukan seseorang. tapi kalo ruang itu sudah ditutup ya mau bagaimana,” ucapnya.
Tantowi mengaku kecewa karena tidak dapat memaparkan secara menyeluruh tentang materi radikalisme, “Kecewa karena tidak bisa memberikan materi menyeluruh kepada peserta seminar yang bukan hanya mahasiswa itu. akhirnya mereka tidak mendapatkan intisari dari pembahasan yang sangat relevan mengenai radikalisme,” pungkasnya.
Sementara ketua Dewan Mahasiswa (Dema)IAIN SMH Banten, Rikbal. menuturkan, terlalu sempit jika kedatangan Tantowi Yahya hanya dimaknai sebagai narasumber, atau sebagai Anggota DPR RI. Menurutnya status Tantowi yang telah menyatakan diri akan maju sebagai calon Gubernur Banten menjadi persoalan utama bagi netralitas sebuah lembaga pendidikan. Terlebih kata Rikbal, Organisasi taktis yang menyelenggarakan kegiatan tersebut tidak jelas asal usulnya.
“Penyelenggaranya organisasi apa, saya belum pernah mendengar ada organisasi Gepara di IAIN. Tiba- tiba menggelar acara dengan menghadirkan politisi sebagai narasumber menjelang pilgub di sebuah lembaga pendidikan yang seharusnya netral dari praktik politik praktis,” pungkasnya. (Irwan/Job)***
IAIN Akan Telusuri
Keberadaan Sanggabuana

SERANG, (KB).-
IAIN SMH Banten akan menelusuri keberadaan aktivitas organisasi Sanggabuana menyusul informasi ada seorang mahasiswa yang menjadi anggota organisasi tersebut.
Organisasi Sanggabuana tersebut sudah ada dikampus IAIN namun baru saat ini ada laporan sudah ada korban sampai berhenti dari kuliahnya. Oleh karena itu perlu ditelusuri keberadaan dan aktivitas organisasi tersebut,” kata Dekan Tarbiyah dan Keguruan Dr. Subhan Mugni M, Ed, kepada Kabar Banten, Jumat (112/2/2016).
Menurut Subhan, organisasi Sanggabuana adalah organisasi yang didirikan oleh sahabat dari Al-Musadeq (pengikut aliran Al-Qaeda Al-Islamiyah).
Ia mengatakan sudah ada 20 orang pengikut organisasi tersebut. Dari 20 orang tersebut berasal dari salah satu fakultas di IAIN. Menurutnya, keberadaaan mereka sering ia perhatikan namun dirinya tidak berani menyimpulkan organisasi tersebut adalah sesat karena belum dialog secara langsung mengenai Agama dengan Sanggabuana tersebut.
Pernyataan serupa disampaikan oleh Ketua Jurusan Hukum Tata Negara, Dr Ishom. Menurutnya, keberadaan organisasi itu sudah lama ia ketahui. Bahkan di tempat tinggalnya, yakni Cengkareng Jakarta Barat, dia sudah melihat langsung kegiatan Sanggabuana tersebut.
Hal yang paling ia anggap sesat adalah ketika mendengar salah satu ajaran mengenai hak milik dalam Agama Islam. Menurut dia, Sanggabuana menghalalkan harta orang lain atau kerabat jika tidak seideologi. Misalnya boleh mencuri laptop milik ayah atau ibunya.
Menurut informasi, kejadian yang dialami oleh mahasiswa IAIN sudah terjadi Kali Jati Kuningan Jawa Barat. Tiga wanita yang mengontrak di Kalijati Timur, dilaporkan kepolisian karena diduga mengajarkan aliran sesat. Ketiga wanita tersebut, diduga kabur dari rumah karena mengikuti aliran Sanggabuana. (Rahman/Job)***