Saya adalah Mahasiswa IAIN Serang yang berasal dari Lebak Banten

Jumat, 26 Februari 2016

Kabar Serang

Sopir Angkot Tidak Setuju Dibuka Trayek Baru.

SERANG, (KB).-
Rencana Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Serang terkait pembentukan trayek baru menuai tanggapan. Salah satu kelompok yan menanggapi serius adalah para pengemudi Angkutan Perkotaan (Angkot) yang menghubungkan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Para sopir angkot itu tidak menyetujui pembentukan trayek baru tersebut karena dinilai hambur dan hanya akan menambah penderitaan pengemudi.
Para penegemudi mengeluhkan kebijakan Dishub, bahkan jika pembentukan trayek itu sampai terealisasi maka tidak menuntut kemungkinan pengusaha angkot banyak yang gulung tikar karena yang tersedia saja sepi penumpang.
Selain itu, trayek yang menghubungkan menuju Palima itu masih tersedia bahkan terhitung banyak. Hanya saja pengaturan dan pengawasan dishub kominfo yang kurang sehingga trayek yang sesuai dengan peraturan daerah kota serang semerawut atau tidak sesuai dengan ketentuan. Misalnya angkot yang membawa penumpang dari Cilegon mereka membawa penumpang sampai Pasar Rau, padahal batasannya sampai terminal kepandean. Kemudian Angkot yang membawa penumpang dari Cikande mereka tidak jarang membawa penumpang sampai ciceri padahal batasan mereka hanya pakupatan. Selain itu, Mobil Angkot yang membawa penumpang dari Pandeglang sampai Pasar Rau, padahal prosedurnya mereka hanya diperbolehkan membawa penumpang sampai terminal Cipocok saja.
Menurut informasi, pengemudi menyayangkan sikap pemerintah yang memperhatikan keluhan sebagian masyarakat yang meminta membentuk trayek baru menuju palima. Para pengemudi melihat angkutan umum arah palima itu tersedia banyak seperti mobil warna kuning yang membawa penumpang menuju ciomas. Angkot warna hitam yang membawa penumpang menuju Pandeglang.
Seorang Pengemudi, Syair, mengatakan dirinya yakin jika trayek baru dibuka atau diberlakukan maka angkutan umum yang membawa penumpang menuju pandeglang dan ciomas akan sepi karena penumpang yang menggunakan angkutan umum itu juga banyak yang berhenti di Palima. Syair Juga menuturkan pemerintah tidak usah mebentuk trayek baru tinggal trayek yang ada dikontrol dan diatur agar tidak semrawut sekaligus bertindak tegas pada mobil luar yang masuk pada area Angkot Kota serang. “ Kami akan menolak kebijakan itu, Dishub harusnya mengatur dan melakukan tindakan mengenai batasan area trayek. Bukan malah menambah trayek baru,” ucap Syair pada Kabar Banten. Jum'at, (26/2/2016)
Penegemudi lain, Eko mengatakan dirinya pernah menyampaikan kepada dishub terkait keluhan itu. Pihak dishubkominfo belum memberikan jawaban dari keluhan supir yang setiap hari mendapatkan upah 35.000 tersebut. Eko berharap pemerintah semakin jeli terhadap urusan supir karena antara retribusi, pajak dan perpanjangan trayek yang dibayarkan kepada pemerintah tidak sebanding dengan penghasilan mereka. “ Kalau supir membyar perpanjangan trayek tindak dulu angkutan angkutan yang membandel,” tuturnya.
Diketahui, Dinas perhubungan komunikasi dan informasi (Dishubkominfo) Kota Serang sedang melakukan review Perwal tahun 2009 no 551 tentang trayek angkutan penumpang umum di Kota Serang. Hal tersebut menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat dan mahasiswa yang mengeluh akibat tidak tersedianya trayek khusus menuju Palima Kecamatan Curug Kota Serang. Potensi dari kegiatan ini yaitu akan dibentuknya trayek baru menuju Palima Kota Serang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar