IAIN
Akan Telusuri
Keberadaan
Sanggabuana
SERANG,
(KB).-
IAIN
SMH Banten akan menelusuri keberadaan aktivitas organisasi
Sanggabuana menyusul informasi ada seorang mahasiswa yang menjadi
anggota organisasi tersebut.
“Organisasi
Sanggabuana tersebut sudah ada dikampus IAIN namun baru saat ini ada
laporan sudah ada korban sampai berhenti dari kuliahnya. Oleh karena
itu perlu ditelusuri keberadaan dan aktivitas organisasi tersebut,”
kata Dekan Tarbiyah dan Keguruan Dr. Subhan Mugni M, Ed, kepada
Kabar Banten, Jumat (112/2/2016).
Menurut
Subhan, organisasi Sanggabuana adalah organisasi yang didirikan oleh
sahabat dari Al-Musadeq (pengikut aliran Al-Qaeda Al-Islamiyah).
Ia
mengatakan sudah ada 20 orang pengikut organisasi tersebut. Dari 20
orang tersebut berasal dari salah satu fakultas di IAIN. Menurutnya,
keberadaaan mereka sering ia perhatikan namun dirinya tidak berani
menyimpulkan organisasi tersebut adalah sesat karena belum dialog
secara langsung mengenai Agama dengan Sanggabuana tersebut.
Pernyataan
serupa disampaikan oleh Ketua Jurusan Hukum Tata Negara, Dr Ishom.
Menurutnya, keberadaan organisasi itu sudah lama ia ketahui. Bahkan
di tempat tinggalnya, yakni Cengkareng Jakarta Barat, dia sudah
melihat langsung kegiatan Sanggabuana tersebut.
Hal
yang paling ia anggap sesat adalah ketika mendengar salah satu ajaran
mengenai hak milik dalam Agama Islam. Menurut dia, Sanggabuana
menghalalkan harta orang lain atau kerabat jika tidak seideologi.
Misalnya boleh mencuri laptop milik ayah atau ibunya.
Menurut
informasi, kejadian yang dialami oleh mahasiswa IAIN sudah terjadi
Kali Jati Kuningan Jawa Barat. Tiga
wanita yang mengontrak di Kalijati Timur, dilaporkan kepolisian
karena diduga mengajarkan aliran sesat. Ketiga wanita tersebut,
diduga kabur dari rumah karena mengikuti aliran Sanggabuana.
(Rahman/Job)***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar