Saya adalah Mahasiswa IAIN Serang yang berasal dari Lebak Banten

Senin, 22 Februari 2016

Kondisi rumah tak Layak Huni
Warga Ciwengker
Belum Tersentuh Bantuan
SERANG, (KB).-
Warga di Kampung Ciwengker RT 05/RW 02 Kelurahan Sukawana Kecamatan Curug, belum banyak tersentuh bantuan. Padahal sebagian warganya merupakan keluarga tidak mampu dengan rumah yang tak layak huni.
Berdasarkan pantauan, kondisi rumah warga banyak yang masih berbentuk panggung.
Isteri kepala Rukun Tetangga (RT), Sarnamah, mengatakan perkampungan ini sangat jarang dikunjungi oleh pemerintah daerah. Padahal di perkampungan yang memiliki hutan sangat luas itu sangat butuh sekali sentuhan dari pemerintah. Terlebih untuk kepentingan kelangsungan hidup warganya.
Ia menuturkan warga perkampungan Ciwengker berhak untuk mendapatkan haknya sebagai warga Kota Serang. “ Kami tidak pernah tahu program Pemerintah Kota Serang. Pernah ada program raskin tapi warga kampung ini tidak seluruhnya dapat padahal miskin semua,” ucap Sarnamah kepada Kabar Banten. Jum'at (19/2/2016).
Selain itu, kondisi rumah warga, banyak yang tak layak huni. Selain kecil rumah warga tersebut sering mengalami kemasukan air saat hujan karena atapnya sudah banyak yang bocor.
Seorang warga pemilik rumah tidak layak huni, Mudoh, mengatakan dirinya sudah 8 tahun hidup dalam kekurangan. Hingga saat ini, belum ada bantuan membantu rumah tempat tinggalnya yang hanya memiliki 5 x 5 meter tersebut.
Mudoh mengatakan, keadaan rumah tidak layak huni tersebut selalu dia tempati karena terpaksa dari pada harus meminta belas kasihan orang lain.
Ia berharap pemerintah daerah tidak tertidur melihat keadaan beberapa warga di desanya.
Selama delapan tahun, Mudoh, suami dan kedua anaknya hidup dalam keadaan tersiksa karena rumah yang mereka tempati sempit dan rusak. Terkadang dia harus mengungsi karena hujan yang mengguyur rumahnya menjadi terlihat seperti kubangan. “Boro-boro dibangun, untuk makan sehari-hari aja susah,” tuturnya.
Terpisah, Kepala bidang pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Serang, Agus M. Arif mengatakan pihaknya tidak mengetahui jika di Desa Sukawana masih terdapat penduduk yang memiliki rumah tidak layak huni. Alasannya, karena tidak ada tembusan baik dari kecamatan maupun dari kelurahan terkait. “Saya tidak tahu karena sampai saat ini tidak ada data yang masuk dari kecamatan Curug,” ucap Agus kepada Kabar Banten, Senin, (22/2/2016)
Ia menjelaskan jika nanti rumah di Kampung Ciwengker itu masuk pada kriteria rumah tidak layak huni maka dirinya akan langsung melakukan cek lapangan. Namun, warga yang ingin rumahnya diberikan bantuan tetap harus mengikuti prosedur karena anggaran yang digunakan berasal dari APBD. Yakni terutama terkait status kepemilikan tanah apakah tanah yang dihuninya milik pribadi, keluarga atau milik pemerintah.
Sedangkan Pelaksana tugas (Plt) Lurah Sukawana Kecamatan Curug Kota Serang Udin Khaerudin mengatakan pihaknya sudah melakukan pendataan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bahkan sudah ada 10 kepala keluarga (KK) yang sudah diajukan ke pihak Dinsos termasuk keluarga Mudoh dan Dayat.
(Rahman/Job)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar